MENU
Senin, 18 Mei 2026
Suara Rakyat
No Result
LIhat Semua Hasil
  • Beranda
  • Daerah
    Pencapaian Serta Rencana Strategis PT Bank Pembangunan Daerah Banten

    Pencapaian Serta Rencana Strategis PT Bank Pembangunan Daerah Banten

    Nur Agis Aulia: Wakil Walikota Serang Menilai SMPN 17 Kota Serang Miliki Potensi Untuk Membangun Ekosistem Seni

    Nur Agis Aulia: Wakil Walikota Serang Menilai SMPN 17 Kota Serang Miliki Potensi Untuk Membangun Ekosistem Seni

    Kepala Bapenda: Pemprov Banten Maksimalkan Pendapatan Daerah

    Kepala Bapenda: Pemprov Banten Maksimalkan Pendapatan Daerah

    Diduga Intimidasi Nasabah: Oknum Debt Collektor Bank Muamalah Terancam Sanksi Pidana

    Diduga Intimidasi Nasabah: Oknum Debt Collektor Bank Muamalah Terancam Sanksi Pidana

    Alexander Sinulingga Diperiksa Kejari Belawan Terkait Dugaan Korupsi Proyek Rusunawa Medan

    Alexander Sinulingga Diperiksa Kejari Belawan Terkait Dugaan Korupsi Proyek Rusunawa Medan

  • Internasional
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Politik
  • Hukrim
  • Suara-Rakyat.ID TV
  • Lainnya
    • Advertorial
    • Entertainment
    • Kolom
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Sosok
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
Suara Rakyat
  • Beranda
  • Daerah
    Pencapaian Serta Rencana Strategis PT Bank Pembangunan Daerah Banten

    Pencapaian Serta Rencana Strategis PT Bank Pembangunan Daerah Banten

    Nur Agis Aulia: Wakil Walikota Serang Menilai SMPN 17 Kota Serang Miliki Potensi Untuk Membangun Ekosistem Seni

    Nur Agis Aulia: Wakil Walikota Serang Menilai SMPN 17 Kota Serang Miliki Potensi Untuk Membangun Ekosistem Seni

    Kepala Bapenda: Pemprov Banten Maksimalkan Pendapatan Daerah

    Kepala Bapenda: Pemprov Banten Maksimalkan Pendapatan Daerah

    Diduga Intimidasi Nasabah: Oknum Debt Collektor Bank Muamalah Terancam Sanksi Pidana

    Diduga Intimidasi Nasabah: Oknum Debt Collektor Bank Muamalah Terancam Sanksi Pidana

    Alexander Sinulingga Diperiksa Kejari Belawan Terkait Dugaan Korupsi Proyek Rusunawa Medan

    Alexander Sinulingga Diperiksa Kejari Belawan Terkait Dugaan Korupsi Proyek Rusunawa Medan

  • Internasional
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Politik
  • Hukrim
  • Suara-Rakyat.ID TV
  • Lainnya
    • Advertorial
    • Entertainment
    • Kolom
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Sosok
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
MENU
Suara Rakyat
No Result
LIhat Semua Hasil
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Olahraga
  • Internasional
  • Sosok
  • Gaya Hidup
Home Ekonomi

17 Ribu Kilometer Demi Tanah: Perjalanan Konstantin Zulske Melintasi Negara dan Benua

SR.ID
3 jam lalu
kat- Ekonomi
AA
17 Ribu Kilometer Demi Tanah: Perjalanan Konstantin Zulske Melintasi Negara dan Benua

Jakarta — Sulit rasanya melihat berita dunia belakangan ini tanpa dihantui perang, kelangkaan sumber daya, dan situasi politik yang penuh ketidakpastian. Banyak dari peristiwa itu terjadi jauh dari kehidupan sehari-hari sehingga terkadang terasa lebih mudah untuk berpikir bahwa semua itu bukan urusan kita. Jarak sering membuat orang merasa dapat mengambil langkah menjauh dari suatu persoalan. Namun bagi aktivis lingkungan Konstantin Zulske, jarak bukan alasan untuk mengabaikannya.

Dari Jerman Timur ke India hingga Indonesia, Konstantin Zulske telah menempuh lebih dari 17.000 kilometer hanya dengan sepeda. Semua itu ia lakukan untuk mempromosikan Save Soil, sebuah gerakan yang mengangkat kesadaran mengenai degradasi tanah yang semakin cepat terjadi di berbagai belahan dunia. Selama perjalanannya, ia telah melakukan banyak wawancara, berkemah di ruang terbuka, melintasi negara-negara berbeda, serta bertemu orang-orang dari berbagai latar budaya yang ikut membentuk perjalanan hidup dan pemahamannya tentang makna gerakan ini. Saat ini, ia berada di Jakarta setelah menyelesaikan perjalanan di sejumlah wilayah Indonesia dan Bali. Wawancaranya bersama tim India News Desk di Taman Menteng menjadi salah satu titik terbaru dalam perjalanan panjangnya.

Bersepeda Melintasi Batas untuk Sebuah Misi Global

Save Soil awalnya didirikan oleh Sadhguru dan Isha Foundation sebagai upaya meningkatkan perhatian terhadap krisis degradasi tanah. Apa yang semula muncul sebagai isu lokal kemudian berkembang menjadi gerakan global dengan jutaan relawan di berbagai negara. Menurut Konstantin, para ilmuwan telah memperingatkan bahwa sekitar 52 persen tanah produktif untuk pertanian di dunia telah mengalami degradasi, menciptakan dampak yang jauh melampaui sektor pertanian itu sendiri.

Bagi Konstantin, persoalan ini berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, hilangnya keanekaragaman hayati, migrasi, perubahan iklim, hingga stabilitas global.

“Semua orang berbicara tentang perubahan iklim dan krisis air. Namun hampir tidak ada yang membicarakan soal tanah,” ujarnya.

Keterlibatan Konstantin dalam gerakan ini terasa alami. Jauh sebelum perjalanan dimulai, bersepeda telah menjadi bagian dari hidupnya. Ia mengaku terbiasa menempuh perjalanan jauh sejak masa sekolah hingga kuliah, bahkan sering bersepeda puluhan kilometer setiap hari. Ketika latar belakang akademiknya di bidang ilmu tanah bertemu dengan gerakan Save Soil, ia merasa menemukan perpaduan antara minat pribadi dan tujuan hidup.

“Saya suka bersepeda, saya suka menyelamatkan tanah. Jadi itulah yang mendorong saya melakukan sesuatu yang cukup gila,” katanya sambil tertawa.

Keputusan “gila” itu kemudian berkembang menjadi #cyclingforsoil, sebuah misi yang membawanya melintasi benua dan berbagai bentang alam.

Ketika ditanya mengenai bagian paling berkesan dari perjalanannya, Konstantin mengatakan banyak momen istimewa muncul justru saat ia sendirian. Di luar wawancara dan interaksi dengan masyarakat lokal, sebagian besar waktunya dihabiskan untuk memperhatikan perubahan lanskap yang ia lewati. Jalanan, pegunungan, garis pantai, hutan, hingga langit malam perlahan menjadi bagian dari kesehariannya.

Lanskap Indonesia, Keramahan Warga, dan Tantangan yang Tak Diduga

Meski perjalanan panjangnya dipenuhi berbagai tantangan, Konstantin justru menyebut Indonesia sebagai salah satu pengalaman tersulit secara fisik.

Setelah menghabiskan enam bulan di India untuk fokus pada yoga dan meditasi tanpa bersepeda, ia tiba di Jakarta dan langsung memulai perjalanan menuju Bandung melalui jalur Puncak. Di tengah perjalanan, ia mengalami gangguan pencernaan sekaligus nyeri hebat pada lutut saat harus menghadapi jalur menanjak.

Namun kesulitan di awal itu perlahan tergantikan oleh pengalaman-pengalaman yang membekas.

Saat pertama kali tiba di Jakarta bertepatan dengan perayaan Idulfitri, ia justru dikejutkan oleh suasana kota yang sangat sepi. Setelah datang dari Mumbai yang padat dan ramai, Jakarta yang lengang terasa sangat berbeda dari bayangannya.

Ketika mulai kembali bersepeda, ia merasakan antusiasme masyarakat Indonesia yang menurutnya sangat unik.

“Semua orang sangat antusias melihat saya,” katanya sambil tertawa saat mengingat bagaimana orang-orang meneriakkan “Mister!” dan “Bule!” berkali-kali sepanjang perjalanan.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah saat mengunjungi Gunung Bromo. Melihat gunung berapi dari jarak dekat untuk pertama kalinya, lalu menuruni jalur menuju Probolinggo di bawah cahaya bulan, menjadi salah satu momen yang paling ia ingat. Ia menggambarkan perjalanan melewati garis pantai, jalanan yang diterangi bulan, hingga area dengan kunang-kunang sebagai pengalaman yang sulit dilupakan.

Ia juga memuji keramahan masyarakat Indonesia.

“Orang Indonesia sangat ramah dan menyenangkan,” ujarnya sambil tertawa.

Mulai dari sekolah, universitas, hingga warga yang membuka pintu rumah dan berbagi makanan dengannya, Konstantin merasa selalu diterima selama berada di Indonesia.

Perjalanan ke Dalam Diri dan Melampaui Batas

Menjelang akhir wawancara, Konstantin mengatakan pelajaran terbesarnya bukan sekadar tentang perjalanan fisik.

Bertahun-tahun menghabiskan waktu di jalan yang panjang dan sepi memberinya ruang untuk menghadapi banyak pikiran yang selama ini tenggelam di tengah rutinitas.

Ia menggambarkan pengalaman tersebut sebagai perjalanan yang sangat personal, bahkan spiritual. Baginya, perjalanan itu menjadi kesempatan untuk memahami apa yang benar-benar ia inginkan dalam hidup dan hal-hal yang ternyata tidak terlalu ia perlukan.

Di luar refleksi pribadi, perjalanan juga mengubah cara pandangnya terhadap orang lain. Setelah mengunjungi berbagai negara, termasuk wilayah yang sering dikaitkan dengan ketegangan politik, ia menyadari bahwa manusia di mana pun memiliki harapan dan pergumulan yang serupa.

“Pada akhirnya, manusia tetaplah manusia,” ujarnya.

Saat menutup percakapan, Konstantin mengingatkan bahwa di balik seluruh pengalaman positifnya, ia juga melihat langsung pembakaran sisa tanaman dan sungai-sungai yang mulai mengering selama perjalanannya. Degradasi tanah terus berlangsung secara perlahan di banyak tempat, tetapi ia percaya kesadaran dan tindakan bersama masih dapat mengubah masa depannya.

 

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Bagikan1Tweet1Kirim

Berita Terkait

Penawaran Eksklusif Mei di SUBI Private Lounge
Ekonomi

Penawaran Eksklusif Mei di SUBI Private Lounge

SR.ID
59 menit lalu
0

Jakarta, 18 Mei 2026 – Di tengah berkembangnya preferensi nightlife yang lebih personal di Jakarta, SUBI Private Lounge menghadirkan rangkaian...

Selengkapnya..
Riset F&B: 83% Bisnis Kuliner Lolos Tahun Ke-1 Tapi Beguguran karena 5 Faktor Ini

Riset F&B: 83% Bisnis Kuliner Lolos Tahun Ke-1 Tapi Beguguran karena 5 Faktor Ini

1 jam lalu
Faktor yang Bisa Membantu Doggy Hidup Lebih Lama dan Sehat

Faktor yang Bisa Membantu Doggy Hidup Lebih Lama dan Sehat

2 jam lalu
Berita Selanjutnya
SOA: Biro Psikologi Unggulan di BSD, Alam Sutera & Tangerang Selatan

SOA: Biro Psikologi Unggulan di BSD, Alam Sutera & Tangerang Selatan

Berita Terpopuler

  • Siap-Siap! Tahun 2024, KPK Akan Sasar Para Guru dan Kepala Sekolah di Indonesia Dalam Program Barunya.

    Siap-Siap! Tahun 2024, KPK Akan Sasar Para Guru dan Kepala Sekolah di Indonesia Dalam Program Barunya.

    428 dibagikan
    Bagikan 171 Tweet 107
  • EK (23) dan IL (23) Pengedar Pil Koplo & Tembakau Gorilla Ditangkap Satresnarkoba Polres Serang

    406 dibagikan
    Bagikan 162 Tweet 102
  • Kalender Penting Untuk Siswa/Siswi Tangerang Selatan, Simak Jadwalnya.

    403 dibagikan
    Bagikan 161 Tweet 101
  • Forum Warga Puri Serang Hijau Gelar Halal Bihalal dan Pertemuan Rutin dengan Warga

    146 dibagikan
    Bagikan 58 Tweet 37
  • TIM Gala Siswa Indonesia (GSI) Kota Tangerang Selatan Raih Juara Tk. Provinsi Banten Tahun 2023

    146 dibagikan
    Bagikan 58 Tweet 37

Kategori

  • ! Без рубрики
  • 1
  • Advertorial
  • Banner
  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukrim
  • Iklan
  • Internasional
  • Keagamaan
  • Kesehatan
  • Kolom
  • Liputan Khusus
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemerintahan
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Pertanahan
  • Pilihan Editor
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • Sosok
  • Teknologi
  • Uncategorized

Kategori

  • ! Без рубрики
  • 1
  • Advertorial
  • Banner
  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukrim
  • Iklan
  • Internasional
  • Keagamaan
  • Kesehatan
  • Kolom
  • Liputan Khusus
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemerintahan
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Pertanahan
  • Pilihan Editor
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • Sosok
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Peraturan Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2023 suara-rakyat.id All right reserved.

No Result
LIhat Semua Hasil
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Olahraga
  • Internasional
  • Sosok
  • Gaya Hidup
  • Masuk

© 2023 suara-rakyat.id All right reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In