Serang – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) sukses menyelenggarakan kegiatan Public Expose Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, pada hari Selasa, 28 April 2026. Acara ini dihadiri oleh jajaran Direksi, Pemegang Saham, analis pasar, serta rekan-rekan media.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Bapak Muhammad Busthami, Direktur Kepatuhan Bapak Eko Virgianto, Direktur Bisnis Bapak Slamet Riyadi, Direktur Operasional dan Transformasi Bapak Purbaji Basuki, serta didampingi oleh Moderator Bapak Leksowirawan.
Dalam sambutan pembukaannya, disampaikan bahwa acara ini merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas perseroan dalam memaparkan kinerja, pencapaian, serta rencana strategis ke depan kepada para pemangku kepentingan.
Setelah efektifnya pelaksanaan KUB (Kelompok Usaha Bank) pada Desember 2025, struktur kepemilikan saham Bank Banten menjadi:
- Pemerintah Provinsi Banten: 66,11%
- Masyarakat: 33,84%
- Bank Jatim: 0,05%
Kepemilikan saham oleh Bank Jatim ini merupakan konsekuensi dari POJK No. 12 Tahun 2020 di mana Bank Jatim bertindak sebagai Bank Induk, namun Pemerintah Provinsi Banten tetap menjadi pemegang saham mayoritas terbesar.
Sementara itu, per Januari 2026, susunan manajemen telah diperkuat dengan penunjukan Bapak Slamet Priyadi sebagai Direktur Bisnis dan Bapak Purbaji Basuki sebagai Direktur Operasional.
Direksi memaparkan kilas balik perjalanan luar biasa yang telah dilalui. Pada akhir 2022, Bank Banten sempat mencatatkan kerugian hingga Rp239 Miliar dengan modal inti sekitar Rp1,25 Triliun. Kondisi ini memaksa manajemen melakukan terobosan besar agar tidak terjadi penurunan peringkat bank.
Berkat perbaikan tata kelola, efisiensi biaya, dan perubahan strategi, hasil yang membanggakan mulai terlihat. Bank Banten kini resmi diakui sebagai salah satu dari 27 BPD se-Indonesia yang sehat dan berkontribusi aktif.
- Total Aset: Tumbuh signifikan sebesar 30% (dari Rp7,5 Triliun menembus Rp10 Triliun).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Meningkat 32%, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 13,69%. Ini menandakan kepercayaan masyarakat yang sangat tinggi.
- Kredit: Tumbuh 16% dengan fokus pada segmen berisiko rendah seperti ASN, P3K, dan Kontraktor.
- Laba Bersih: Meningkat 33%.
- NPL Gross: Berhasil ditekan hingga di bawah 5%.
Hingga saat ini, Bank Banten memiliki jaringan yang luas: - 1 Kantor Pusat
- 20 Kantor Cabang (7 di Banten, 13 di luar Banten)
- 18 Kantor Cabang Pembantu
- 64 Kantor Fungsional
- 122 Unit ATM
- Total Karyawan: 904 orang
Bank Banten juga terus berinovasi dengan menghadirkan layanan digital banking melalui aplikasi Jawara Mobile dan Iris. Berbagai penghargaan pun berhasil diraih, antara lain Best Bank Konvensional Kategori KBMI 1 dari Infobank, Best Business Transformation dari Tangerang Pos, hingga BPD Paling Inovatif.
Memasuki tahun 2026, Bank Banten menargetkan pertumbuhan yang jauh lebih agresif namun tetap berhati-hati: - Pertumbuhan Kredit: Target 56%
- Pertumbuhan DPK: Target 37%
- Laba Bersih: Target meningkat 60%
- NPL Gross: Ditargetkan turun menjadi 2,78%
- NPL Net: Ditargetkan di level 1,14%
“Kami siap tumbuh lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. Dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Banten dan sinergi dalam KUB bersama Bank Jatim, kami optimis dapat Bu memberikan nilai terbaik bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan,” tegas Direktur Utama. ( Sus )









