Suara-rakyat.id. Di balik deru mesin truk pasir yang melintasi medan-medan menantang, terselip sosok yang kini menjadi ikon solidaritas bagi para pengemudi truk di tanah air. Beliau adalah My Bader, Ketua Seduluran Sopir Truk Indonesia (SSTI), sosok yang kesehariannya tidak pernah lepas dari debu jalanan, namun hatinya tertambat kuat pada ikatan persaudaraan komunitas.
Antara Gas, Rem, dan Tanggung Jawab
Bagi My Bader, menjadi sopir truk pasir bukan sekadar profesi untuk menyambung hidup. Pekerjaan berat yang penuh risiko ini ia jalani dengan penuh kesadaran. Namun, tanggung jawabnya tidak berhenti saat ia memarkir truknya. Sebagai Ketua SSTI, ia memikul amanah besar untuk menjaga “roda” organisasi tetap berputar.
Lika-liku di jalanan seringkali membawa masalah—mulai dari kendala teknis, musibah di jalan, hingga dinamika antar sesama pengemudi. Dalam setiap kejadian tersebut, My Bader selalu hadir sebagai garda terdepan. Kehadirannya bukan sekadar sebagai pemimpin, melainkan sebagai sosok kakak dan pelindung yang memastikan setiap anggota SSTI merasa tidak sendirian di atas aspal panas.
”Jalan Seribu Luka”: Refleksi Ketangguhan
Di media sosial, khususnya TikTok, ia dikenal luas dengan nama akun My. Bader. Dengan slogan khasnya, “Jalan Seribu Luka”, ia merepresentasikan realita pahit manis kehidupan sopir truk. Istilah ini bukan sekadar puitis, melainkan cerminan dari setiap luka, kelelahan, dan pengorbanan yang dialami para pengemudi untuk mengantarkan harapan ke berbagai penjuru daerah.
Melalui konten-kontennya, My Bader tidak hanya berbagi suka duka profesi, tetapi juga membangun narasi bahwa menjadi sopir truk adalah pekerjaan mulia yang menuntut ketangguhan mental luar biasa. Ia berhasil mengubah “seribu luka” tersebut menjadi api semangat untuk merangkul rekan-rekan seprofesi dalam wadah SSTI.
Pemimpin yang Merakyat
Apa yang membuat sosok My Bader begitu dihormati? Jawabannya adalah konsistensi. Ia tidak memimpin dari balik meja, melainkan dari balik kemudi yang sama dengan anggotanya. Ia memahami dengan sangat personal setiap keluh kesah yang dirasakan sopir truk di lapangan.
Dedikasinya dalam menjaga marwah SSTI membuktikan bahwa kepemimpinan yang paling efektif adalah yang lahir dari rasa empati yang mendalam. Bagi My Bader, SSTI bukan sekadar organisasi, melainkan rumah bagi mereka yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di jalanan.
”Di setiap kilometer yang ditempuh, ada tanggung jawab yang dijaga. Di balik setiap lelah, ada saudara yang harus dibela.”
Sosok My Bader adalah bukti nyata bahwa meski hidup di jalanan penuh dengan tantangan, solidaritas tetap menjadi bahan bakar utama yang membuat perjalanan tetap bermakna.
Pemerintah Kota Tangerang Gelar Peringatan Hari Lahir Pancasila bersama Forkopimda dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang baru saja menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Ahmad Yani bersama seluruh lapisan Forum...
Selengkapnya..










